ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, NILAI, DAN
KEMISKINAN
NAMA : AHMAD SOFIYAN
KELAS : 1TA05
KELAS : 1TA05
NPM : 10315366
Pengertian Ilmu Pengetahuan
- Moh. Hatta: Pengertian
ilmu pengetahuan menurut Moh. Hatta bahwa ilmu pengetahuan adalah
pengetahuan atau studi yang teratur tentang pekerjaan hokum umum, sebab
akibat dalam suatu kelompok masalah yang sifatnya sama baik dilihat dari
kedudukannya maupun hubungannya.
- Dadang Ahmad S: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Dadang Ahmad S,
adalah suatu proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus hingga
dapat menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.
- Mappadjantji Amien: Menurutnya, pengertian ilmu pengetahuan adalah sesuatu
yang berawal dari pengetahuan, bersumber dari wahyu, hati dan semesta yang
memiliki paradigma, objek pengamatan, metode, dan media komunikasi membentuk
sains baru dengan tujuan untuk memahami semesta untuk memanfaatkannya dan
menemukan diri untuk menggali potensi fitrawi guna mengenal Allah.
- Syahruddin Kasim: Menurut Syahruddin Kasim, bahwa pengertian ilmu
pengetahuan adalah pancaran hasil metabolisme ragawi sebagai hidayah sang
pencipta yang berasal dari proses interaksi fenomena fitrawimelalui
dimensi hati, akal, nafsu yang rasional empirik dan hakiki dalam
menjelaskan hasanah alam semesta demi untuk menyempurnakan tanggung jawab
kekhalifaan.
- Helmy A. Kotto: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Helmy. A. Kotto
bahwasanya ilmu pengetahuan adalah suatu proses pembentukan pengetahuan
yang terus menerus sampai menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu
sendiri.
- Sondang Siagian: Menurut Sondang Siagian bahwa ilmu pengetahuan adalah
suatu objek, ilmiah yang memiliki sekelompok prinsipol, dalil, rumus, yang
melalui percobaan yang sistematis dilakukan berulang kali telah teruji
kebenarannya, dalil-dalil, prinsip-prinsip dan rumus-rumus mana yang dapat
diajarkan dan dipelajari.
- Soerjono Soekanto: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Soerjono Soekanto
adalah pengetahuan yang tersusun sistematis dengan menggunakan kekuatan
pemikiran, pengetahuan dimana selalu dapat diperiksa dan ditelaah
(dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang lain yang mengetahuinya.
- Abu Bakar: Pengertian
ilmu pengetahuan menurut Abu Bakar adalah suatu pendapat atau buah
pikiran, yang memenuhi persyaratan dalam ilmu pengetahuan terhadap suatu
bidang masalah tertentu.
Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli
di Luar Negeri
- Asle Montagu: Pengertian
ilmu pengetahuan menurut Asle Montagu dalam bukunya the cultured man
adalah sebagai pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal
dari pengalaman, studi dan percobaan yang telah dilakukan dipakai untuk
menentukan hakikat prinsip tentang hak yang sedang dipelajari.
- V.Afayanev: Menurut
V. Afayanev, bahwa pengertian ilmu pengetahuan dalam buknya Marxist
Philosophy adlaah pengetahuan manusia tentang alam, masyarakat dan
pikiran.
- Ralp Ross dan Ernes Van Den Haag: Menurut Ralp Ross dan Ernes Van Den Haag dalam bukunya
yang berjudul The Fabric of Society, bahwa ilmu memiliki kriteria empiris,
rasional umum, kumulatif, dan keempatnya serentak terpenuhi.
SIKAP ILMIAH.
Sikap ilmiah adalah sikap
yang seharusnya dimiliki oleh seorang peneliti, untuk dapat melalui proses
penelitian yang baik dan hasil yang baik pula.
Sikap-sikap ilmiah meliputi:
a. Obyektif terhadap
fakta. Obyektif artinya menyatakan segala sesuatu tidak dicampuri oleh perasaan
senang atau tidak senang.
Contoh: Seorang peneliti
menemukan bukti pengukuran volume benda 0,0034 m3, maka ia harus mengatakan
juga 0,0034m3, padahal seharusnya 0,005m3.
b. Tidak tergesa-gesa
mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung kesimpulan itu.
Contoh: Ketika seorang
ilmuwan menemukan hasil pengamatan suatu burung mempuyai paruh yang panjang dan
lancip, maka dia tidak segera mengatakan semua burung paruhnya panjang dan
lancip, sebelum data-datanya cukup kuat mendukung kesimpulan tersebut.
c. Berhati terbuka
artinya bersedia menerima pandangan atau gagasan orang lain, walaupun gagasan
tersebut bertentangan dengan penemuannya sendiri. Sementara itu, jika gagasan
orang lain memiliki cukup data yang mendukung gagasan tersebut maka ilmuwan
tersebut tidak ragu menolak temuannya sendiri.
d. Tidak mencampuradukkan
fakta dengan pendapat.
Contoh: Tinggi batang
kacang tanah di pot A pada umur lima (5) hari 2 cm, yang di pot B umur lima
hari tingginya 6,5 cm. Orang lain mengatakan tanaman kacang tanah pada pot A
terlambat pertumbuhannya, pernyataan orang ini merupakan pendapat bukan fakta.
e. Bersikap hati-hati.
Sikap hati-hati ini ditunjukkan oleh ilmuwan dalam bentuk cara kerja yang
didasarkan pada sikap penuh pertimbangan, tidak ceroboh, selalu bekerja sesuai
prosedur yang telah ditetapkan, termasuk di dalamnya sikap tidak cepat
mengambil kesimpulan. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan penuh
kehati-hatian berdasarkan fakta-fakta pendukung yang benar-benar akurat.
f. Sikap ingin
menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi. Bagi seorang ilmuwan
hal yang dianggap biasa oleh orang pada umumnya, hal itu merupakan hal penting
dan layak untuk diselidiki.apabila menghadapi suatu masalah yang baru
dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya; senang mengajukan pertanyaan
tentang obyek dan peristiwa; kebiasaan menggunakan alat indera sebanyak mungkin
untuk menyelidiki suatu masalah; memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam
menyelesaikan eksprimen
g. Sikap menghargai karya
orang lain, Tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai
karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa
lain.
h. Sikap tekun, Tidak
bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya
meragukan’ tidak akan berhenti melakukan kegiatan –kegiatan apabila belum
selesai; terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan
teliti.
TEKNOLOGI
Teknologi adalah
keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara umum, teknologi dapat
didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara
terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam
penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan
untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang
mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis
atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau
pemercepat partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi
virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam
definisi teknologi ini. dan Teknologi juga dapat dipandang sebagai kegiatan
yang membentuk atau mengubah kebudayaan. Selain itu, teknologi adalah terapan
matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang
dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi,
yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya,
telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya
yang berbasis pada perkembangan Internet dan komputer. Tidak semua teknologi
memperbaiki budaya dalam cara yang kreatif; teknologi dapat juga membantu
mempermudah penindasan politik dan peperangan melalui alat seperti pistol atau
bedil. Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa,
yang masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis.
Fenomena Teknik pada
Masyarakat
Rasionalistas, artinya
tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan
perhitungan rasional.
Artifisialitas, artinya
selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah..
Otomatisme, artinya dalam
hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga
dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan
teknis.Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.
Monisme, artinya semua
teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
Universalisme, artinya
teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai
kebudayaan.
Otonomi artinya teknik
berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Ciri-Ciri Teknologi
Barat
Ciri-ciri teknologi barat
adalah sebagai berikut:
·
Bersifat Intensif pada semua kegiatan manusia.
·
Cenderung bergantung pada sifat ketergantungan.
·
Selalu berpikirbahwa barat adalah pusat dari segala
teknologi.
Pengertian Ilmu Pengetahuan,
Teknologi, dan Nilai
Ilmu Pengetahuan, yaitu:
sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan tertentu dengan
sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta
memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.
Teknologi, yaitu: sesuatu
yang berhubungan dengan proses produksi, menyangkut cara bagaimana berbagai
sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk
merealisasi tujuan produksi.
Nilai adalah sesuatu yang
berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu
bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya
dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang
pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak
cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian,
tempat berteduh, dan lain-lain.
Garis kemiskinan yang
menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
pokok, dapat dipengaruhi oleh tiga hal:
1. Persepsi manusia
terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan.
2. Posisi manusia dalam
lingkungan sekitar.
3. Kebutuhan objectif
manusia untuk bisa hidup secara manusiawi.
Persepsi manusia terhadap
kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat
dan sistem nilai yang dimiliki.
Ciri-Ciri Manusia yang
Hidup di Bawah Garis Kemiskinan
·
Mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan memiliki
ciri-ciri sebagai berikut:
·
Tidak memiliki faktor-faktor produksi sendiri seperti
tanah, modal, ketrampilan, dan lain-lain.
·
Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi
dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal
usaha.
·
Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD.
·
Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
·
Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak
mempunyai keterampilan.
Fungsi Kemiskinan
Pertama, kemiskinan
menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tak terhormat, berat,
berbahaya, namun dibayar murah. Orang miskin dibutuhkan untuk membersihkan
got-got yang mampet, membuang sampah, menaiki gedung tinggi, bekerja di
pertambangan yang tanahnya mudah runtuh, jaga malam. Bayangkan apa yang terjadi
bila orang miskin tidak ada. Sampah bertumpuk, rumah dan pekarangan kotor,
pembangunan terbengkalai, banyak kegiatan ekonomi yang melibatkan pekerjaan
kotor dan berbahaya yang memerlukan kehadiran orang miskin.
Kedua, kemiskinan
memperpanjang nilai-guna barang atau jasa. Baju bekas yang tak layak pakai
dapat dijual (diinfakkan) kepada orang miskin, termasuk buah-buahhan yang
hampir busuk, sayuran yang tidak laku, Semuanya menjadi bermanfaat (atau
dimanfaatkan) untuk orang-orang miskin.
Ketiga, kemiskinan
mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya.
Pegawai-pegawai kecil, karena dibayar murah, mengurangi biaya produksi dan
akibatnya melipatgandakan keuntungan. Petani tidak boleh menaikkan harga beras
mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.
Keempat, kemiskinan
menyediakan lapangan kerja. Karena ada orang miskin, lahirlah pekerjaan tukang
kredit, aktivis-aktivis LSM yang menyalurkan dana dari badan-badan
internasional, dan yang pasti berbagai kegiatan yang dikelola oleh departemen
sosial. Tidak ada komoditas yang paling laku dijual oleh Negara Dunia Ketiga di
pasar internasional selain kemiskinan.
Kelima, memperteguh
status sosial orang kaya. Perhatikan jasa orang miskin pada perilaku
orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos
kepadanya.Nyonya-nyonya dapat menunjukan kekuasaannya dengan memerintah
inem-inem mengurus rumah tangganya.
Keenam, bermanfaat untuk
jadi tumbal pembangunan. Supaya tidak menganggu ketertiban dan keindahan kota,
pedagang kakilima bila mengganggu lalu lintas ditertibkan (ditangkap,
dagangannya diambil, dan kerugiannnya tidak diganti).
Referensi
H. Inu kencana Syafiie, 2005. Pengantar Ilmu Pemerintahan. Yang Menerbitkan PT Refika Aditama: Bandung
H. Inu kencana Syafiie, 2005. Pengantar Ilmu Pemerintahan. Yang Menerbitkan PT Refika Aditama: Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar