Senin, 02 Oktober 2017

Tugas 1 Penulisan dan Presentasi

Pengaruh Penggunaan Pasir Pantai untuk Pengganti Pasir Biasa (Pasir Sungai) pada Beton Bertulang




1.1              Latar Belakang
Pasir merupakan salah satu bahan campuran bagi beton, sehingga pasir sangat penting dalam sebuah konstruksi. Hal ini membuat ketersediaan pasir harus diperhatikan. SNI 03-6861.1-2002 [3], menyebutkan bahwa agregat halus yang digunakan pada struktur beton sebaiknya menggunakan pasir sungai. Hal tersebut berlainan dengan daerah-daerah yang berada di pesisir pantai, dimana ketersediaan pasir biasa (pasir sungai) yang sangat sedikit dibandingkan pasir pantai.
Pemanfaatan penggunaan pasir pantai dalam pekerjaan konstruksi beton dari sisi ekonomi memang mempunyai keuntungan. Salah satunya adalah meningkatkan pendapatan masyarakat pengumpul pasir laut yang tersebar di seluruh daerah yang ada di daerah pesisir pantai. Disamping itu potensi ketersediaan pasir pantai cukup besar dan mampu mengakomodir semua jenis pekerjaan konstruksi beton yang ada di Indonesia khususnya pesisir pantai.
Menurut SNI 03-2847-2002 pasal 3.13 mendefinisikan beton bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua bahan tersebut bekerja sama dalam memikul gaya-gaya. Beton bertulang terbuat dari gabungan antara beton dan tulangan baja. Beton bertulang memiliki sifat yang sama seperti bahan-bahan penyusunnya yaitu sangat kuat terhadap beban tekan dan beban tarik.
Sistem struktur bangunan yang dibuat dengan beton bertulang dirancang dari prinsip dasar desain dan penelitian elemen beton bertulang yang menerima gaya-gaya dalam seperti gaya geser, gaya aksial, momen lentur, dan momen puntir. Di dalam struktur ini, memiliki kekuatan tekan yang besar namun lemah terhadap tegangan tarik. Karena itulah baja tulangan ditanam di dalam beton untuk menahan tegangan tarik. Hal-hal yang mempengaruhi kualitas beton bertulang antara lain lekatan antara beton dan baja yang mencegah slip tulangan, derajat kedap beton yang melindungi tulangan baja dari korosi, dan tingkat pemuaian antara baja dan beton yang dapat menghilangkan beda tegangan antara keduanya.
Adapun pengujian ini akan membandingkan antara pasir pantai dan pasir biasa (pasir sungai) dalam hal berbagai kandungan kimia dari kedua pasir tersebut, kuat tekan beton, kuat tarik beton, nilai elastisitas, nilai slump, dan lendutan yang dihasilkan. Hasil yang didapat menentukan kelayakan pasir pantai sebagai bahan pada beton bertulang.



1.2      Rumusan Masalah
          Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.      Bagaimana kandungan-kandungan kimia yang ada di pasir pantai maupun pasir sungai?
b.       Bagaimana kuat tekan beton dari pasir pantai maupun pasir sungai?
c.      Apakah layak pasir pantai sebagai pengganti pasir sungai sebagai campuran pada beton bertulang?





1.3     Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Menentukan kandungan-kandungan kimia dari kedua sampel tersebut.
b.       Menentukan kuat tekan dari kedua sampel tersebut.
c.     Menentukan kelayakan pasir pantai sebagai pengganti pasir sungai sebagai    campuran pada beton bertulang.