Pengaruh Penggunaan
Pasir Pantai untuk Pengganti Pasir Biasa (Pasir Sungai) pada Beton Bertulang
1.1
Latar
Belakang
Pasir merupakan
salah satu bahan campuran bagi beton, sehingga pasir sangat penting dalam
sebuah konstruksi. Hal ini membuat ketersediaan pasir harus diperhatikan. SNI
03-6861.1-2002 [3], menyebutkan bahwa agregat halus yang digunakan pada
struktur beton sebaiknya menggunakan pasir sungai. Hal tersebut berlainan dengan
daerah-daerah yang berada di pesisir pantai, dimana ketersediaan pasir biasa
(pasir sungai) yang sangat sedikit dibandingkan pasir pantai.
Pemanfaatan
penggunaan pasir pantai dalam pekerjaan konstruksi beton dari sisi ekonomi
memang mempunyai keuntungan. Salah satunya adalah meningkatkan pendapatan
masyarakat pengumpul pasir laut yang tersebar di seluruh daerah yang ada di
daerah pesisir pantai. Disamping itu potensi ketersediaan pasir pantai cukup
besar dan mampu mengakomodir semua jenis pekerjaan konstruksi beton yang ada di
Indonesia khususnya pesisir pantai.
Menurut SNI
03-2847-2002 pasal 3.13 mendefinisikan beton bertulang adalah beton yang
ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum
yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan
asumsi bahwa kedua bahan tersebut bekerja sama dalam memikul gaya-gaya. Beton
bertulang terbuat dari gabungan antara beton dan tulangan baja. Beton bertulang
memiliki sifat yang sama seperti bahan-bahan penyusunnya yaitu sangat kuat
terhadap beban tekan dan beban tarik.
Sistem struktur
bangunan yang dibuat dengan beton bertulang dirancang dari prinsip dasar desain
dan penelitian elemen beton bertulang yang menerima gaya-gaya dalam seperti
gaya geser, gaya aksial, momen lentur, dan momen puntir. Di dalam struktur ini,
memiliki kekuatan tekan yang besar namun lemah terhadap tegangan tarik. Karena
itulah baja tulangan ditanam di dalam beton untuk menahan tegangan tarik.
Hal-hal yang mempengaruhi kualitas beton bertulang antara lain lekatan antara
beton dan baja yang mencegah slip tulangan, derajat kedap beton yang melindungi
tulangan baja dari korosi, dan tingkat pemuaian antara baja dan beton yang
dapat menghilangkan beda tegangan antara keduanya.
Adapun pengujian
ini akan membandingkan antara pasir pantai dan pasir biasa (pasir sungai) dalam
hal berbagai kandungan kimia dari kedua pasir tersebut, kuat tekan beton, kuat
tarik beton, nilai elastisitas, nilai slump,
dan lendutan yang dihasilkan. Hasil yang didapat menentukan kelayakan pasir
pantai sebagai bahan pada beton bertulang.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana kandungan-kandungan kimia yang ada di pasir pantai maupun pasir
sungai?
b. Bagaimana kuat
tekan beton dari pasir pantai maupun pasir sungai?
c. Apakah layak
pasir pantai sebagai pengganti pasir sungai sebagai campuran pada beton
bertulang?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian
ini adalah sebagai berikut:
a. Menentukan kandungan-kandungan
kimia dari kedua sampel tersebut.
b. Menentukan
kuat tekan dari kedua sampel tersebut.
c. Menentukan
kelayakan pasir pantai sebagai pengganti pasir sungai sebagai campuran pada
beton bertulang.
Pengaruh Penggunaan
Pasir Pantai untuk Pengganti Pasir Biasa (Pasir Sungai) pada Beton Bertulang
1.1
Latar
Belakang
Pasir merupakan
salah satu bahan campuran bagi beton, sehingga pasir sangat penting dalam
sebuah konstruksi. Hal ini membuat ketersediaan pasir harus diperhatikan. SNI
03-6861.1-2002 [3], menyebutkan bahwa agregat halus yang digunakan pada
struktur beton sebaiknya menggunakan pasir sungai. Hal tersebut berlainan dengan
daerah-daerah yang berada di pesisir pantai, dimana ketersediaan pasir biasa
(pasir sungai) yang sangat sedikit dibandingkan pasir pantai.
Pemanfaatan
penggunaan pasir pantai dalam pekerjaan konstruksi beton dari sisi ekonomi
memang mempunyai keuntungan. Salah satunya adalah meningkatkan pendapatan
masyarakat pengumpul pasir laut yang tersebar di seluruh daerah yang ada di
daerah pesisir pantai. Disamping itu potensi ketersediaan pasir pantai cukup
besar dan mampu mengakomodir semua jenis pekerjaan konstruksi beton yang ada di
Indonesia khususnya pesisir pantai.
Menurut SNI
03-2847-2002 pasal 3.13 mendefinisikan beton bertulang adalah beton yang
ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum
yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan
asumsi bahwa kedua bahan tersebut bekerja sama dalam memikul gaya-gaya. Beton
bertulang terbuat dari gabungan antara beton dan tulangan baja. Beton bertulang
memiliki sifat yang sama seperti bahan-bahan penyusunnya yaitu sangat kuat
terhadap beban tekan dan beban tarik.
Sistem struktur
bangunan yang dibuat dengan beton bertulang dirancang dari prinsip dasar desain
dan penelitian elemen beton bertulang yang menerima gaya-gaya dalam seperti
gaya geser, gaya aksial, momen lentur, dan momen puntir. Di dalam struktur ini,
memiliki kekuatan tekan yang besar namun lemah terhadap tegangan tarik. Karena
itulah baja tulangan ditanam di dalam beton untuk menahan tegangan tarik.
Hal-hal yang mempengaruhi kualitas beton bertulang antara lain lekatan antara
beton dan baja yang mencegah slip tulangan, derajat kedap beton yang melindungi
tulangan baja dari korosi, dan tingkat pemuaian antara baja dan beton yang
dapat menghilangkan beda tegangan antara keduanya.
Adapun pengujian
ini akan membandingkan antara pasir pantai dan pasir biasa (pasir sungai) dalam
hal berbagai kandungan kimia dari kedua pasir tersebut, kuat tekan beton, kuat
tarik beton, nilai elastisitas, nilai slump,
dan lendutan yang dihasilkan. Hasil yang didapat menentukan kelayakan pasir
pantai sebagai bahan pada beton bertulang.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana kandungan-kandungan kimia yang ada di pasir pantai maupun pasir
sungai?
b. Bagaimana kuat
tekan beton dari pasir pantai maupun pasir sungai?
c. Apakah layak
pasir pantai sebagai pengganti pasir sungai sebagai campuran pada beton
bertulang?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian
ini adalah sebagai berikut:
a. Menentukan kandungan-kandungan
kimia dari kedua sampel tersebut.
b. Menentukan
kuat tekan dari kedua sampel tersebut.
c. Menentukan
kelayakan pasir pantai sebagai pengganti pasir sungai sebagai campuran pada
beton bertulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar