Tokyo Skytree Salah Satu Bangunan di
Jepang Tahan Gempa dengan Sistem Struktur Konstruksi (Universitas Gunadarma
Review)
Jepang terkenal dengan teknologi yang unik-unik dari segi
manapun, khususnya dari segi konstruksi. Jepang menjadi panutan untuk merancang
bangunan yang ramah lingkungan serta bisa menahan gempa. Negara ini adalah
negara yang sering dilanda gempa, maka para ahli disana pun sudah menemui
macam-macam bangunan supaya ketika gempa, bangunan itu mempu menahannya, dan
tetap berdiri kokoh serta mengurangi korban jiwa.
Tokyo Skytree merupakan salah satu bangunan tahan gempa yang
ada di jepang, bangunan ini berada di Sumida Tokyo, mulai dibangun pada 2008
dan selesai pada tahun 2012. Bangunan ini terinspirasi dengan akar pohon
raksasa, dimana bangunan ini adalah bangunan tertinggi setelah Burj Khalifa.
Tokyo Skytree punya ketinggian bangunan setinggi 634 m atau 2080 kaki. Bangunan
ini fungsinya sebagai pemancar sinyal televisi dan radio juga sebagai tower
observasi.
Tokyo Skytree memiliki bagian dasar seperti tripod atau
berbentuk segitiga yang dapat berubah menjadi lingkaran ke atasnya Denah yang
berbentuk segitiga dianggap kokoh dan stabil, serta lingkaran dapat
mengantisipasi hempasan angin dari berbagai arah.
Penyangga pusat dan kerangka besi di buat terpisah, sehingga
bergoyang karna gempa bumi, meraka akan bergoyang terpisah.
Pilar pusat yang dihubungkan menggunakan minyak peredam
fleksibel (oil damper) pada 125 meter pertama. Oil damper dipasang 6 buah,
sehingga penyangga utama tidak dapat menyenggol bagian dalam menara. Oil damper
juga mampu menyerap tenaga dari gempa
Pilar pusat sebagai penyeimbang yang membuat rangka luar bergetar
jika terjadi gempa bumi. Sistem peredam menjaga pusat gravitasi tetap dekat
dengan pangkalan.
Sistem ini juga menambah massa dengan menambah berat ke
bangunan sehingga goyangannya dapat dikontrol ketika gempa. Pada bangunan ini
tangga darurat yang berada di tengah menara, dimanfaatkan sebagai massa
tersebut untuk mengontrol getaran.
Pondasi bangunan ini dirancang tahan gempa dengan empat
tiang serta beton bertulang baja dengan mencapai 164 meter didalam tanah
sebagai pijakan menara yang kuat dan kokoh serta menjaga kestabilan bangunan.
Untuk detail bangunan dapat dilihat seperti gambar dibawah.
Sumber
AHMAD SOFIYAN
10315366 (4TA05)
I KADEK BAGUS WIDANA
PUTRA
TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS GUNADARMA
