Kamis, 10 Januari 2019


Tokyo Skytree Salah Satu Bangunan di Jepang Tahan Gempa dengan Sistem Struktur Konstruksi (Universitas Gunadarma Review)


Jepang terkenal dengan teknologi yang unik-unik dari segi manapun, khususnya dari segi konstruksi. Jepang menjadi panutan untuk merancang bangunan yang ramah lingkungan serta bisa menahan gempa. Negara ini adalah negara yang sering dilanda gempa, maka para ahli disana pun sudah menemui macam-macam bangunan supaya ketika gempa, bangunan itu mempu menahannya, dan tetap berdiri kokoh serta mengurangi korban jiwa.
Tokyo Skytree merupakan salah satu bangunan tahan gempa yang ada di jepang, bangunan ini berada di Sumida Tokyo, mulai dibangun pada 2008 dan selesai pada tahun 2012. Bangunan ini terinspirasi dengan akar pohon raksasa, dimana bangunan ini adalah bangunan tertinggi setelah Burj Khalifa. Tokyo Skytree punya ketinggian bangunan setinggi 634 m atau 2080 kaki. Bangunan ini fungsinya sebagai pemancar sinyal televisi dan radio juga sebagai tower observasi.
Tokyo Skytree memiliki bagian dasar seperti tripod atau berbentuk segitiga yang dapat berubah menjadi lingkaran ke atasnya Denah yang berbentuk segitiga dianggap kokoh dan stabil, serta lingkaran dapat mengantisipasi hempasan angin dari berbagai arah.
Penyangga pusat dan kerangka besi di buat terpisah, sehingga bergoyang karna gempa bumi, meraka akan bergoyang terpisah.
Pilar pusat yang dihubungkan menggunakan minyak peredam fleksibel (oil damper) pada 125 meter pertama. Oil damper dipasang 6 buah, sehingga penyangga utama tidak dapat menyenggol bagian dalam menara. Oil damper juga mampu menyerap tenaga dari gempa
Pilar pusat sebagai penyeimbang yang membuat rangka luar bergetar jika terjadi gempa bumi. Sistem peredam menjaga pusat gravitasi tetap dekat dengan pangkalan.
Sistem ini juga menambah massa dengan menambah berat ke bangunan sehingga goyangannya dapat dikontrol ketika gempa. Pada bangunan ini tangga darurat yang berada di tengah menara, dimanfaatkan sebagai massa tersebut untuk mengontrol getaran.
Pondasi bangunan ini dirancang tahan gempa dengan empat tiang serta beton bertulang baja dengan mencapai 164 meter didalam tanah sebagai pijakan menara yang kuat dan kokoh serta menjaga kestabilan bangunan.
Untuk detail bangunan dapat dilihat seperti gambar dibawah.








Sumber


AHMAD SOFIYAN
10315366 (4TA05)
I KADEK BAGUS WIDANA PUTRA
TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS GUNADARMA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar