PERTUMBUHAN
PENDUDUK
DISUSUN OLEH : Ahmad Sofiyan
NPM : 10315366
KELAS : 1TA05
Tabel Perkembangan penduduk dunia
Perkembangan penduduk dunia tahun 1830 – 2006
Tahun
|
Jumlah penduduk
|
Perkembangan
pertahun
|
1830
|
1 milyard
|
–
|
1930
|
2 milyard
|
1%
|
1960
|
3 milyard
|
1,7%
|
1975
|
4 milyard
|
2,2%
|
1987
|
5 milyard
|
2%
|
1996
|
6 milyard
|
2%
|
2006
|
7 milyard
|
2%
|
Sumber
: Iskandar , Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia
Bisa dilihat
bahwa rata – rata setiap negera penduduknya bisa bertambah hingga 2x lipatnya.
Lalu perkembangan penduduk dunianya bertambah hingga 3x lipatnya. Itu berarti
penduduk dunia sangat pesat pertumbuhannya.
Tabel
Pengandaan Penduduk Dunia
Tahun penggandaan
|
Perkiraan penduduk dunia
|
Waktu
|
800 SM
|
5 juta
|
–
|
1650 tahun
|
500 juta
|
1500
|
1830 tahun
|
1 milyard
|
180
|
1930 tahun
|
2 milyard
|
100
|
1975 tahun
|
4 milyard
|
45
|
Sumber
: Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco.
Menggunakan
interpolasi linear dari perkiraan UNDESA, populasi dunia telah meningkat dua
kali lipat atau akan dua kali lipat dalam tahun-tahun berikutnya (dengan dua
titik tolak yang berbeda). Perhatikan bagaimana, selama 2 milenium,
menggandakan masing-masing mengambil kira-kira setengah selama dua kali lipat
sebelumnya, pas model pertumbuhan hiperbolik disebutkan di atas. Namun, tidak
mungkin bahwa akan ada penggandaan lain dalam abad ini.
Faktor-Faktor
Demografi yang Mempengaruhi Pertambahan Penduduk
- Kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian dan faktor penghambat kematian . - Kelahiran
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran dan yang mendukung kelahiran - Imigrasi apabila setiap penduduk pindah ke kota dan mereka menjadikan
ktp menjadi dua maka akan sulit apabila di data tidak akan terpenuhi akan
sulit mendata penduduk dengan data pasti
Rumus Tingkat
Kematian Kasar
CDR = D/P x K
Ket :
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Rumus Tingkat
Kematian Khusus
ASDRx = Dx/Px
x K
Ket :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K = Bilangan konstan 1000
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Angka
Kelahiran
Angka
kelahiran adalah angka yang menunjukkan bayi yang lahir dari setiap 1000
penduduk per tahun. Angka kelahiran bayi dapat dibagi menjadi tiga kriteria,
yaitu:
- Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per
tahun.
- Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran 20-30 per tahun.
- Angka kelahiran dikatakan rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun
Pengertian Migrasi
Migrasi
atau perpindahan penduduk adalah gejala gerakan penduduk secara horizontal
ketempat yang tidak dekat, dalam kata lain yaitu perpindahan yang melintasi
batas administrasi, pindah dari unit adminitrasi lain misalnya kelurahan,
kabupaten, kota, atau negara. Dan bisa juga migrasi merupakan perpindahan
penduduk dari satu unit geografis ke unit geografis lain.
Macam-Macam Migrasi
Migrasi Internasional
a.
Imigrasi :
Masuknya suatu penduduk ke suatu negara
b.
Emigrasi :
Keluarnya penduduk dari negara lain
c.
Remigrasi :
Kembalinya penduduk ke negara asal
Migrasi Nasional
a.
Transmigrasi :
Perpindahan penduduk dari pulau satu ke pulau lain
b.
Urbanisasi :
Perpindahan penduduk dari desa ke kota
c.
Ruralisasi :
Perpindahan penduduk dari kota ke desa
Proses
Migrasi
Dengan adanya suatu
wilayah yang mempunyai suatu nilai lebih maka banyak orang/ penduduk pun yang
akan pergi ke wilayah itu dikarenakan di wilayah ia tinggal sudah tidak ada
lagi nilai lebihnya untuk berkelangsungan hidupnya
Proses migrasi pun mempunyai cara
yaitu:
- Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
- Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
- Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
- Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
- Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
Proses keberangkatan migrasi bisa
dilakukan dengan cara-cara tertentu misalkan kalau imigran hanya satu orang
bisa melakukannya dengan naik sepeda motor, kalau imigran dengan banyak orang
satu keluarga maka bisa melakukannya dengan naik kendaraan roda empat atau juga
naik kapal laut atau juga pesawat terbang. Itulah yang biasa dilakukan imigran
dalam melakukan migarasi di Negara Indonesia.
Akibat
Migrasi
Kepadatan
penduduk mengakibatkan dampak positif dan negatif
(+) Kepadatan
penduduk menambah pendapatan perkapita negara.
(+) Datangnya turis atau orang asing ke Indonesia membuat Indonesia dikenal dunia.
(+) Kepadatan penduduk membuat daya saing tinggi, contohnya pekerja asli atau dari negara asal yang berkerja keras agar tidak tergusur oleh pekerja asing.
(+) Datangnya turis atau orang asing ke Indonesia membuat Indonesia dikenal dunia.
(+) Kepadatan penduduk membuat daya saing tinggi, contohnya pekerja asli atau dari negara asal yang berkerja keras agar tidak tergusur oleh pekerja asing.
(-)
Kepadatan penduduk mengurangi lapangan pekerjaan dan meningkatkan pengangguran.
(-) Kepadatan penduduk meningkatkan kriminalitas.
(-) Kepadatan penduduk juga berdampak negatif bagi lingkungan, karna semakin banyak manusia dalam suatu wilayah akan dapat mencemarkan lingkungan, contohnya polusi kendaraan.
(-) Kepadatan penduduk meningkatkan kriminalitas.
(-) Kepadatan penduduk juga berdampak negatif bagi lingkungan, karna semakin banyak manusia dalam suatu wilayah akan dapat mencemarkan lingkungan, contohnya polusi kendaraan.
Jenis Struktur
Penduduk
Jumlah
Penduduk : Urbanisasi, Reurbanisasi, Emigrasi, Imigrasi, Remigrasi,
Transmigrasi.
Persebaran
Penduduk : Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah
dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat.
Komposisi
Penduduk : Merupakan sebuah mata statistik dari statistik kependudukan yang
membagi dan membahas masalah kependudukan dari segi umur dan jenis kelamin.
Bentuk
Piramida Penduduk
Image
Piramida
penduduk muda berbentuk limas
Piramida ini
menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding usia dewasa.
Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Contoh Negara :
India, Brazilia, Indonesia.
Piramida
penduduk stasioner atau tetap berbentuk granat
Bentuk ini
menggambarkan jumlah penduduk usia muda seimbang dengan usia dewasa. Tingkat
kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Contoh Negara :
Swedia, Belanda, Skandinavia.
Piramida
penduduk tua berbentuk batu nisan
Piramida
bentuk ini menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit bila
dibandingkan dengan usia dewasa. Jika angka kelahiran jenis pria besar, maka
suatu negara bisa kekurangan penduduk. Contoh Negara : Jerman, Inggris, Belgia,
Prancis.
Rasio
Ketergantungan
Rasio ketergantungan adalah perbandingan usia dari 0-14
tahun ditambahkan 64 tahun keatas, dibandingkan dengan usia 15-64 tahun. Rasio
ketergantungan digunakan sebagai indikator bahwa negara tersebut adalah negara
maju atau negara tersebut adalah negara yang berkembang. Apalabia rasio
ketergantungan tinggi maka beban yang ditanggung oleh usia produktif tinggi
terhadap usia belum produktif atau usia tidak produktif lagi.
KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan
peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita
kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi
kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara
Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki
kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke
dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat
senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat
lain yang mereka perlukan.
Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di
Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan
kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke
Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan
Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat.
Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh
dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme
masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni
bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti
tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa
Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan,
Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
Kebudayaan Islam
Sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang dimakamkan di Kota
Gresik. Masuknya islma ke Indonesia berlangsung damai, karna Islam tidak
memaksa. Di Pulau jawa disebarkan oleh walisongo.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut ,
berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan
kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara
yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung
Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa
Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan
negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan
golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan
menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan
Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk.
Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera
Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan Barat
Masuknya budaya barat ke Indonesia pada saat jaman penjajahan
kolonialis, terutama bangsa Belanda yang membawa budaya tersebut, hal ini
ditunjukan banyaknya bangunan yang berarsitektur Barat.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang
kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia adalah:
kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya,
termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di
daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah
mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan
persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat
mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan
bangsa Indonesia
Sumber :
Drs. H. Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, Rineka Cipta, Jakarta, 2003
pengantarilmu-mujahid.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar