Minggu, 24 April 2016

MANUSIA DAN KEADILAN II

MANUSIA DAN KEADILAN II


NAMA : AHMAD SOFIYAN
KELAS : 1TA05
NPM : 10315366



1. Perhitungan (HISAB) dan Pembalasan

                Dinegara kita ada suatu lembaga khusus yang menangani kejahatan yaitu POLISI, disini polisi akan menyelidiki, dan mengungkap berbagai macam kasus kejahatan yang di lakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan yang selanjutnya akan diserahkan kepengadilan untuk diproses menurut UUD.
                Dalam islam kita kenal yaitu Yaumul hisab yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup kita didunia. disini manusia yang telah meninggal akan di hitung semua amal baik dan buruknya jika amal baiknya lebih banyak maka iya akan masuk surga dan jika amal buruknya jauh lebih banyak maka akan masuk neraka. dan di neraka inilah segala perbuatan jahat manusia di dunia akan di balas sesuai dengan banyaknya kejahatan mereka didunia.

2. Pemulihan Nama Baik

                Pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan kesalahan yang telah ia perbuat bahwa perbuatannya tidak sesuai dengan moral. Untuk memulihkan nama baik manusia harus meminta maaf. Bukan hanya lewat ucapan kata tetapi lewat tingkah laku, berbudi darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepada sesama hidup yang perlu ditolong tanpa mengharapkan pamrih. Takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, berbudi luhur.
                Nama baik murupakan tujuan orang hidup. Setiap manusia menginginkan nama yang tidak dipandang tercela dalam masyarakat. Terlebih pada seseorang yang menjadi teladan dalam masyarakat. Nama baik merupakan tanda yang tidak ternilai harganya.

3. Hakikat Nama Baik

                Penjagaan nama baik erat kaitannya dengan perilaku atau perbuatan. Tingkah laku atau perbuatan baik dengan nama baik itu pada hakikatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu:
·         Manusia adalah makhluk moral.
·         Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai makhluk yang bermoral.

4. Pengertian Pembalasan

                Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksinya berupa perbuatan serupa, tingkah laku setimbang, perilaku setimbang, perbuatan setimbang. Pembalasan disebabkan karena adanya pergaulan, pergaulan yang bersahabat akan mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.

5. Sebab-Sebab Pembalasan dan Contohnya

                Pembalasan disebabkan karena adanya pergaulan, pergaulan yang bersahabat akan mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
                Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral. Bila  manusia berbuat amoral maka lingkunganlah penyebabnya. Perbuatan amoral adalah perbuatan melanggar hak dan kewajiban manusia lainnya. Oleh karena manusia tidak ingin hak dan kewajibannya dilanggar maka manusia mempertahankan hak dan kewajibannya. Mempertahankan hak dan kewajiban adalah pembalasan
Contohnya dalam suatu pekerjaan adanya rasa saling kecemburuan antar karyawan yang dimana hal itu secara tidak langsung mengambil objek yang di kerjakan, maka dari semua itu akan timbul di dalam dirinya yang hanya mementingkan objek itu sendiri, artinya suatu pembalasan terjadi karena adanya seorang yang memulai secara curang/licik, maka pihak yang bersangkutan akan memulai pembalasannya dari apa yang sudah di ambil.



SUMBER :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar