MANUSIA DAN KEADILAN II
NAMA : AHMAD SOFIYAN
KELAS : 1TA05
NPM : 10315366
1. Perhitungan (HISAB) dan Pembalasan
Dinegara kita ada suatu lembaga khusus
yang menangani kejahatan yaitu POLISI, disini polisi akan menyelidiki, dan
mengungkap berbagai macam kasus kejahatan yang di lakukan oleh orang-orang yang
tidak bertanggung jawab, dan yang selanjutnya akan diserahkan kepengadilan
untuk diproses menurut UUD.
Dalam islam kita kenal yaitu Yaumul
hisab yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup kita
didunia. disini manusia yang telah meninggal akan di hitung semua amal baik dan
buruknya jika amal baiknya lebih banyak maka iya akan masuk surga dan jika amal
buruknya jauh lebih banyak maka akan masuk neraka. dan di neraka inilah segala
perbuatan jahat manusia di dunia akan di balas sesuai dengan banyaknya
kejahatan mereka didunia.
2. Pemulihan Nama Baik
Pemulihan nama baik adalah kesadaran
manusia akan kesalahan yang telah ia perbuat bahwa perbuatannya tidak sesuai
dengan moral. Untuk memulihkan nama baik manusia harus meminta maaf. Bukan
hanya lewat ucapan kata tetapi lewat tingkah laku, berbudi darma dengan
memberikan kebajikan dan pertolongan kepada sesama hidup yang perlu ditolong
tanpa mengharapkan pamrih. Takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela,
tawakal, jujur, berbudi luhur.
Nama baik murupakan tujuan orang hidup.
Setiap manusia menginginkan nama yang tidak dipandang tercela dalam masyarakat.
Terlebih pada seseorang yang menjadi teladan dalam masyarakat. Nama baik
merupakan tanda yang tidak ternilai harganya.
3. Hakikat Nama Baik
Penjagaan nama baik erat kaitannya
dengan perilaku atau perbuatan. Tingkah laku atau perbuatan baik dengan nama
baik itu pada hakikatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu:
·
Manusia adalah makhluk
moral.
·
Ada aturan-aturan yang
berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri
sebagai makhluk yang bermoral.
4. Pengertian Pembalasan
Pembalasan adalah suatu reaksi atas
perbuatan orang lain. Reaksinya berupa perbuatan serupa, tingkah laku
setimbang, perilaku setimbang, perbuatan setimbang. Pembalasan disebabkan
karena adanya pergaulan, pergaulan yang bersahabat akan mendapat balasan yang
bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan
yang tidak bersahabat pula.
5. Sebab-Sebab Pembalasan dan Contohnya
Pembalasan disebabkan karena adanya
pergaulan, pergaulan yang bersahabat akan mendapat balasan yang bersahabat.
Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak
bersahabat pula.
Dalam bergaul manusia harus mematuhi
norma-norma untuk mewujudkan moral. Bila
manusia berbuat amoral maka lingkunganlah penyebabnya. Perbuatan amoral
adalah perbuatan melanggar hak dan kewajiban manusia lainnya. Oleh karena
manusia tidak ingin hak dan kewajibannya dilanggar maka manusia mempertahankan hak
dan kewajibannya. Mempertahankan hak dan kewajiban adalah pembalasan
Contohnya dalam suatu pekerjaan
adanya rasa saling kecemburuan antar karyawan yang dimana hal itu secara tidak
langsung mengambil objek yang di kerjakan, maka dari semua itu akan timbul di
dalam dirinya yang hanya mementingkan objek itu sendiri, artinya suatu
pembalasan terjadi karena adanya seorang yang memulai secara curang/licik, maka
pihak yang bersangkutan akan memulai pembalasannya dari apa yang sudah di
ambil.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar