MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
NAMA
: AHMAD SOFIYAN
KELAS
: 1TA05
NPM
: 10315366
1.Pengertian Pandangan Hidup
Setiap
manusia pasti memiliki pandangan hidup. Pandangan hidup menentukan masa depan
seseorang karena bersifat kodrati. Pandangan hidup berarti pendapat atau
pertimbangan yang dijadikan pedoman atau pegangan untuk hidup di dunia. Dengan
demikian pandangan hidup bukan timbul seketika tetapi melalui proses dan waktu
yang lama sehingga hasilnya dapat diuji kenyataannya.
2.Macam-macam pandangan hidup
berdasarkan asalnya
·
Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup
yang mutlak kebenarannya.
·
Pandangan hidup yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan
kebudayaan dan norma yang terdapat di Negara tersebut.
·
Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang
relatif kebenarannya.
Idiologi
adalah pandangan hidup yang diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung
suatu organisasi. Jika organisasi itu organisasi politik maka ideologi yang
digunakan disebut ideologi politik. Jika organisasi itu Negara maka ideologi
yang dipakai disebut ideologi Negara.
Cita-cita
adalah pandangan masa depan, pandangan hidup yang akan datang. Cita-cita
memiliki tujuan untuk mencapai kebaikan yang membuat seorang manusia bahagia,
makmur, damai dan tentram. Bila cita-cita tersebut belum mungkin terpenuhi maka
cita-cita itu disebut sebagai angan-angan. Contohnya seorang anak yang
bercita-cita ingin menjadi dokter, ia belum bersekolah dan belum bis berpikir
dengan baik sehingga tidak memiliki kemampuan untuk mencapai cita-citanya.
Kebajikan atau kebaikan merupakan
perbuatan baik yang sesuai dengan norma dan etika. Makna dari kebajikan
adalah perbuatan yang selaras hati kita, suara hati masyarakat, dan
Tuhan.
3.Faktor-faktor yang menentukan
tingkah laku seseorang
Pembawaan
yang telah ditentukan pada saat manusia masih didalam kandungan. Pembawaan
merupakan faktor yang diturunkan oleh orang tua. Karena faktor penentu sifat
bawaan mempunyai sel-sel yang sangat banyak maka saudara sekandung tidak
memiliki pembawaan yang sama.
Lingkungan
merupakan alam kedua pembentuk jiwa seseorang meliputi lingkungan
keluarga,
masyarakat, dan sekolah. Dalam
keluarga, orang tua menjadi panutan bagi anaknya. Sehingga bisa menjadi teladan
yang baik untuk anak. Dalam sekolah panutan bagia anak adalah guru sementara
itu teman-teman sekolahnya juga ikut andil dalam proses pembentukan tingkah
lakunya. Dalam masyarakat yang dijadikan panutan adalah tokoh masyarakat.
Faktor
ketiga adalah pengalaman, pengalaman manis maupun pahit. Pengalaman manis atau
positif memberikan suatu bekal sebagai pertimbangan sebelum seseorang mengambil
tindakan. Sedangkan pengalaman pahit atau negatif mungkin sekali menurut hati
nurani seseorang ingin memberikan pertolongan pada orang lain tetapi karena
memperoleh pengalaman pahit saat menolong sebelumnya, maka niat baiknya
tertahan, sehingga niat baiknya diurungkan.
Usaha
atau perjuangan adalah kerja keras untuk mencapai cita-cita. Setiap manusia
harus bekerja keras untuk melanjutkan kehidupannya. Kerja keras dapat
menggunakan otak atau ilmu maupun menggunakan jasmasi atau tenaga. Kerja keras
pada hakikatnya meningkatkan dan menghargai harkat dan martabat
seseorang.
Kepercayaan
dan keyakinan menjadi dasar pandangan hidup yang berasal dari akal atau
kekuasaan Tuhan. Aliran kepercayaan menurut Prof.Dr. Harun Nasution, yaitu:
·
Aliran Naturalisme, dimana kehidupan manusia dihubungkan dengan
kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur,
dan itu dari Tuhan. Tetapi banyak yang tidak percaya pada Tuhan maka natur
itulah yang tertinggi.
·
Aliran intelektualisme, dasar dari aliran ini adalah logika atau
akal. Manusia mengutamakan akal karena dengan akal mausia dapat berpikir.
Manusia meyakini kekuatan pikiran dapat dicapai denga sukses.
·
Aliran gabungan, merupakan aliran gabungana antara gaib dengan
akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya bahwa
Tuhan adalah dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar dari kebudayaan yang
menentukan benar tidaknya sesuatu.
4.Langkah-langkah pandangan hidup
yang baik
Ada
beberapa langkah=langkah dalam pandangan hidup, yaitu ada enam tahapan atau 6
langkah pandangan hidup yang baik.
Mengenal,
tahap pertama dari suatu aktivitas kehidupan dalam hal ini manusia mengenal apa
itu pandangan hidup.
Mengerti,
tahapan kedua adalah mengerti. Mengerti diartikan mengerti terhadap pandangan
hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita berpandangan pada Pancasila, maka
dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila
dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara.
Menghayati,
menghayati pandangan hidup. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh
gambaran yang tepat dan benar terhadap pandangan hidup itu sendiri. Menghayati
dalam hal ini dapat diartikan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya
yaitu dengan memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan mengenai ilmu
pengetahuan itu sendiri.
Meyakini,
mengetahui kebenaran validitas, baik secaraa kemanusiaan maupun ditinjau dari
segi kemasyarakatan. Dengan meyakini, secara langsung ada penerimaan yang
ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Selalu berpedoman kepadanya dalam setiap
tigkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang
diyakini.
Mengabdi,
dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Perwujudan manfaat
mengabdi dapat dirasakan oleh diri sendiri. Bisa terwujud semasa hidup maupun
sesudah meninggal.
Mengamankan, merupakn proses
terakhir tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah
sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah ini merupakan langkah
terberat, dibutuhkan keimanan yang teguh dan kebenaran untuk menanggulangi
segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup.
SUMBER:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar