Minggu, 01 Mei 2016

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

NAMA : AHMAD SOFIYAN
KELAS : 1TA05
NPM : 10315366


1.Pengertian Pandangan Hidup

Setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup. Pandangan hidup menentukan masa depan seseorang karena bersifat kodrati. Pandangan hidup berarti pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pedoman atau pegangan untuk hidup di dunia. Dengan demikian pandangan hidup bukan timbul seketika tetapi melalui proses dan waktu yang lama sehingga hasilnya dapat diuji kenyataannya. 

2.Macam-macam pandangan hidup berdasarkan asalnya

·         Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
·         Pandangan hidup yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat di Negara tersebut.
·         Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Idiologi adalah pandangan hidup yang diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi. Jika organisasi itu organisasi politik maka ideologi yang digunakan disebut ideologi politik. Jika organisasi itu Negara maka ideologi yang dipakai disebut ideologi Negara.

Cita-cita adalah pandangan masa depan, pandangan hidup yang akan datang. Cita-cita memiliki tujuan untuk mencapai kebaikan yang membuat seorang manusia bahagia, makmur, damai dan tentram. Bila cita-cita tersebut belum mungkin terpenuhi maka cita-cita itu disebut sebagai angan-angan. Contohnya seorang anak yang bercita-cita ingin menjadi dokter, ia belum bersekolah dan belum bis berpikir dengan baik sehingga tidak memiliki kemampuan untuk mencapai cita-citanya.
Kebajikan atau kebaikan merupakan perbuatan baik yang sesuai dengan norma dan etika.  Makna dari kebajikan adalah perbuatan yang selaras hati kita, suara hati masyarakat, dan Tuhan. 

3.Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku seseorang

Pembawaan yang telah ditentukan pada saat manusia masih didalam kandungan. Pembawaan merupakan faktor yang diturunkan oleh orang tua. Karena faktor penentu sifat bawaan mempunyai sel-sel yang sangat banyak maka saudara sekandung tidak memiliki pembawaan yang sama.

Lingkungan merupakan alam kedua pembentuk jiwa seseorang meliputi lingkungan keluarga, 
masyarakat, dan sekolah. Dalam keluarga, orang tua menjadi panutan bagi anaknya. Sehingga bisa menjadi teladan yang baik untuk anak. Dalam sekolah panutan bagia anak adalah guru sementara itu teman-teman sekolahnya juga ikut andil dalam proses pembentukan tingkah lakunya.  Dalam masyarakat yang dijadikan panutan adalah tokoh masyarakat.

Faktor ketiga adalah pengalaman, pengalaman manis maupun pahit. Pengalaman manis atau positif memberikan suatu bekal sebagai pertimbangan sebelum seseorang mengambil tindakan. Sedangkan pengalaman pahit atau negatif mungkin sekali menurut hati nurani seseorang ingin memberikan pertolongan pada orang lain tetapi karena memperoleh pengalaman pahit saat menolong sebelumnya, maka niat baiknya tertahan, sehingga niat baiknya diurungkan. 

Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mencapai cita-cita. Setiap manusia harus bekerja keras untuk melanjutkan kehidupannya. Kerja keras dapat menggunakan otak atau ilmu maupun menggunakan jasmasi atau tenaga. Kerja keras pada hakikatnya meningkatkan dan menghargai harkat dan martabat seseorang. 

Kepercayaan dan keyakinan menjadi dasar pandangan hidup yang berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Aliran kepercayaan menurut Prof.Dr. Harun Nasution, yaitu:

·         Aliran Naturalisme, dimana kehidupan manusia dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi banyak yang tidak percaya pada Tuhan maka natur itulah yang tertinggi.

·         Aliran intelektualisme, dasar dari aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal karena dengan akal mausia dapat berpikir. Manusia meyakini kekuatan pikiran dapat dicapai denga sukses. 

·         Aliran gabungan, merupakan aliran gabungana antara gaib dengan akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya bahwa Tuhan adalah dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar dari kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu. 

4.Langkah-langkah pandangan hidup yang baik


            Ada beberapa langkah=langkah dalam pandangan hidup, yaitu ada enam tahapan atau 6 langkah pandangan hidup yang baik.

Mengenal, tahap pertama dari suatu aktivitas kehidupan dalam hal ini manusia mengenal apa itu pandangan hidup. 

Mengerti, tahapan kedua adalah mengerti. Mengerti diartikan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara.

Menghayati, menghayati pandangan hidup. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar terhadap pandangan hidup itu sendiri. Menghayati dalam hal ini dapat diartikan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya yaitu dengan memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan mengenai ilmu pengetahuan itu sendiri.

Meyakini, mengetahui kebenaran validitas, baik secaraa kemanusiaan maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan. Dengan meyakini, secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Selalu berpedoman kepadanya dalam setiap tigkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakini. 

Mengabdi, dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Perwujudan manfaat mengabdi dapat dirasakan oleh diri sendiri. Bisa terwujud semasa hidup maupun sesudah meninggal. 

Mengamankan, merupakn proses terakhir tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah ini merupakan langkah terberat, dibutuhkan keimanan yang teguh dan kebenaran untuk menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup.    


SUMBER:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar