MANUSIA DAN KEGELISAHAN
NAMA
: AHMAD SOFIYAN
KELAS
: 1TA05
NPM
: 10315366
Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata
gelisah yang beraru tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir , tidak
tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang
menggambarkan seseorang tidak tentram hari maupun perbuatannya, merasa
khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam
kecemasa.
Kegelisahan hanya dapat diketahui
dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu
gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut muknya lain dari bisasanya
mialnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkannya
kepadalnya memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangannya duduk termenung
sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan
lain lain
Kegelisahan merupakan salah satu
ekspresi dari keemasan karena itu dalam kehidupn sehari hari, kegelisahan juga
diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupunk ketakutan definisi dapat
disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena hal yang didingainkannya
tidak tercapai.
Sebab-sebab Orang Gelisah
·
Gelisah terhadap dosa-dosa
dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
·
Gelisah terhadap hasil
kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
·
Takut akan kehilangan milik
( harta dan jabatan )
·
Takut menghadapi keadaan
masa depan ( yang tidak disukai )
Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
Usaha-usaha yang dapat kita lakukan
untuk mengatasi kegelisahan ini peratama-tama harus mulai dari diri kita
sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang
kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. Sedangkan cara
yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri
kepada Tuhan.
3 macam kecemasan yang menimpa manusia
Sigmund Freud ahli psikoanalisa
berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu
kecemasan kenyataan(obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
1. Kecemasan Objektif
Adalah suatu pengalaman perasaan
sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah
sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya.
Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat bawaan, dalam arti
kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia
berada dekat dengan benda-benda tertentu dalam keadaan tertentu di
sekitarlingkungannya.
2. Kecemasan Neorotis
Kecemasan ini timbul karena
pengamatan tentang bahaya dari hati naluri.Menurut Sigmund Freud kecemasan ini
dibagi tiga macam yakni ; kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan
lingkungan, bentuk ketakutan yang irasional (phobia) dan rasa takut lain karena
gugup, gagap dan sebagainya.
3. Kecemasan Moril
Kecemasan ini disebabkan karena
kepribadian seseorang. Tiap kepribadian masing-masing manusia memiliki
bermacam-macam emosi antara lain isri, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa
kurang. Semua itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara
keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Sikap seperti itu sering
membuat orang merasa kwatir, cemas, takut gelisah dan putus asa. Bila dikaji
sebab-sebab orang gelisah adalah karena hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya.
Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari dalam maupun dari
luar. Cara mengatasi kegelisahan ini pertama-tama dimulai dari diri kita
sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat
berpikir secara jernih dan sehat, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Sumber kegelisahan
Sumber kegelisahan itu bukan dari
luar diri, tetapi dari dalam diri. Karena faktor luar diri itu tidak dominan,
Meskipun kita mampu menyelesaikan problem itu dengan cara menyelesaikan pokok
masalahnya dari luar, tapi ia akan dirundung kegelisahan dalam bentuk lain.
Begitu seterusnya tak pernah selesai.
Sebagai contoh, ketika kita berada
pada puncak kesedihan karena masalah ekonomi, kadang kita tidak memperhatikan
bahwa dititik kulminasi itu ada rasanya. Kita malah terbuai dengan hal lain
yang mengganggu pikiran kita. Padahal di titik kesedihan itu ada geliat jiwa
yang berpotensi untuk menyelesaikannya. Biarkan jiwa kita merasakan getaran
“sedih” itu. Rasakan bagaimana ia menemukan penyelesaian dengan kejernihan hati
dan kepasrahan kepada Tuhan, Sang Pemilik Jiwa. Dialah yang memberi ketenangan
dan kedamaian hati. Lepaskan duka kita kepada Allah. Biarlah Dia yang
membimbing dan menuntun hati kita. Berserah dirilah kepada-Nya secara total.
SUMBER:
http://www.wikipedia.org/
http://www.wikipedia.org/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar